Anak ke dua

Setelah anak pertama kami lahir dengan proses persalinan yang mudah dan lancar, aku tidak ada terbesit saat itu untuk langsung KB, saat itu kami berpikir untuk KB alami.

karena aku berpikir saat nifas cukup panjang (40 hari), sehingga tidak mungkin suami mendekati ku dan tidak mungkin hamil, pada saat usia anak pertama kami 5 bulan, saya berniat untuk KB suntik, tentunya dengan berkonsultasi dulu dengan bidan.

Pada saat itu bidan menanyakan "apakah aku sudah selesai haid...?", saat itu aku blm datang bulan, jadi bidan menyuruh ku untuk datang lagi setelah haid.

Hari berganti hari, haid yang di nanti tak kunjung datang, tanggal yang menjadi langganan ku hadi sudah terlewati, aku mencoba untuk positif thinking, mungkin memamg telat haid.

Setelah telat haid 1 minggu, aku mencoba memberanikan diri untuk tespek, saat itu malam hari, sepulang dari rumah ibu mertua, saat anak sudah tidur aku ke kamar mandi dan menggunakan tespek itu, dan di luar dugaan, hasil yang keluar menunjukan dua garis, betapa kaget nya aku, aku langsung keluar kamar mandi dan menunjukan hasil tespek nya ke suami, dari mimik muka nya, dia pun menunjukan hal yg sama, y... Dia pun kaget, tapi tetap terlihat santai dan tenang.

Suami bilang, "gak apa-apa, itu rezeki", entah mengapa kata-kata itu tidak membuat ku tenang, yang ada membuat pikiran ku semakin berpikir tiada henti, "bagaimana ini, ada bayi dan akan punya bayi lagi, gimana nanti ngurusin nya, gimana nanti kalau dua-dua nya rewel, gimana bisa ngurus dua-dua nya sendiri, gimana, gimana, gimana".

Pertanyaan bagaimana seperti menghantui ku, karena minim ilmu dan lemahnya iman, akhirnya saat itu aku bisa berpikir untuk mengeluarkan nya.

Pernah teringat dulu almarhumah ibu kalau telat haid beliau makan nanas, minum sprite, makan brem, makan durian, dan gak lama darah haid nya keluar, mungkin dengan memakan dan meminum itu aku bisa haid juga (pikiran bodo, pura-pura bodoh atau membodohi diri sendiri dengan berpikir kalau saat itu adalah telat haid, padahal jelas-jelas hasil tespek nunjukin dua garis).

Hari pertama aku membeli nanas dan memakan nya (hanya satu iris), hari ke dua aku meminum sprite (cuma setengah botol kecil, gak sampe abis), hari ke lima aku di kasih brem sama tante yang abis dari jogya (ini makan nya lumayan banyak nih, 1 kotak abis sendiri, karena emang aku suka sama brem 😁), hari ke tujuh aku makan durian (1 buah).

(alhamdulillah selama makan dan minum itu semua gak terjadi apa-apa sama kandungan ku). Niat untuk mengeluarkan haid yang telat itu pun sudah ku pupuskan 😁, hanya saja pikiran ku yang semakin kacau, merasa tidak bersyukur, merasa gak akan mampu, merasa down, merasa bingung, merasa stres banget deh pokoe 😁

Gak terasa waktu terus berlalu, aku ingat betul saat itu usia kandungan ku (menurut HPHT) 15 minggu (3bln 3minggu), saat aku buka FaceBook ada video tentang perjalanan awal kehidupan janin di dalam rahim, saat menonton video itulah aku tersadar, bahwa ada makhluk hidup yang gak berdosa, ada makhluk hidup yang tumbuh di dalam rahim ku, dia gak salah, dia gak meminta untuk ada di dalam rahim ku. Aku merasa video itu bagaikan hidayah (petunjuk) yang Allah kasih untuk ku, di situ aku sadar, Allah gak akan menguji hamba Nya melebihi batas kemampuan hamba Nya, Allah gak pernah salah, Allah tau aku bisa dan mampu, makanya Allah menitipkan janin ini di rahim ku, di luar sana banyak wanita yang menginginkan anak tapi belum Allah beri, aku yang sudah Allah percayakan amanah lagi malah menyia-nyiakan nya, aku merasa tertampar oleh Allah dan saat itu aku berjanji ke pada Allah dan kepada anak di dalam rahim ku untuk menjaganya, menyayangi nya, dan merawatnya dengan baik, dan saat itu pun aku jadi yakin kalau aku pasti bisa melewati semua ujian ini.

 

Setelah melihat video itu, hari-hari ku selalu di isi dengan istighfar, memohon maaf dan ampunan kepada Allah karena telah jadi manusia yang kufur nikmat, aku pun langsung membeli vitamin folamil genio, agar janin ku tumbuh sehat, lebih baik terlambat dari pada gak sama sekali.

Minggu depan nya pas 16 minggu aku langsung minta suami anterin aku ke dokter spesial kandungan, aku mau USG, aku mau cek apakah keadaan nya baik-baik aja, aku khawatir karena perbuatan ku makan dan minum yang gak seharusnya membuat dia menjadi cacat.

Alhamdulillah pas di USG terlihat d monitor keadaan nya yang sehat dan sempurna, dokter pun berkata dia sehat dan perkembangan nya tumbuh dengan seharusnya, aku pun sampai melontarkan pertanyaan "dia sempurnakan dok, gak cacat...?", sehat kok, ini tulang punggung nya, ini tangan nya, ini kaki nya, lengkap semua, mendengar jawaban dokter di dalam hati aku bersujud syukur, bersyukur dia dalam keadaan sehat, karena jika terjadi sesuatu kepada janinin ku, pasti aku gak akan pernah bisa memaafkan diri ku.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, janin telah berubah menjadi bayi, alhamdulillah tanggal 19 Mei 2013 bayi itu terlahir ke dunia dengan proses kelahiran yang mudah dan lancar, bayi cantik itu bernama Khayla Uzma Althofunnisa.

 

Saat abang nya berusia 13bulan, adik nya lahir, dengan jarak yang begitu dekat, si abang belum mengerti kalau dia sudah menjadi abang, dengan jarak yang begitu dekat, membuat si abang jadi kekurangan kasih sayang dari ayah bunda nya.

 

Sekian cerita pengalaman ku memiliki anak ke dua, semoga next bisa sharing cerita pengalaman hidup ku yang lain lagi. ☺

Komentar

  1. Ini jaraknya lebih dekat ya kalau saya kakaknya usia 14 bulan baru adiknya lahir. Alhamdulillaah dinikmati punya dua bayi ,😊

    BalasHapus
  2. Saya yang anaknya beda 1,5 tahun pun riweuh bgt mba, berasa kayak ngurus anak kembar, mana kerja nya berantem melulu 😂, dah gak bisa ngapa2 in jadinya, kalo diawasin baru pada mau anteng

    BalasHapus
  3. Wah hampir sama kayak saya dan adik dulu. Sy 14 bulan adik saya lahir hehe. Semangat jadi Ibu 2 bayiii

    BalasHapus

Posting Komentar